BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Millennium Development Goal atau disingkat dalam bahasa Inggris MDG’s adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai tahun 2015, merupakan tantangan-tantangan utama diseluruh dunia.
Adapun sasaran MDG’s khususnya didalam kebidanan adalah sasaran MDG’s ke empat dan ke lima, yaitu mengurangi tingkat kematian anak, dan meningkatkan kesehata ibu. Dalam sasaran MDG’s ke empat target untuk 2015 mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia dibawah 5 tahun, dan dalam sasaran MDG’s ke lima target untuk 2015 yaitu mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
Pembangunan kesehatan dilaksanakan pada segala bidang. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah meningatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyaraka yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat serta memiliki kemampuan untuk menjagkau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang bermutu secara adil dan merata diseluruh wilayah Republik Indonesia dan dapat mewujudkan bangsa yang mandiri maju dan sejahtera (Depkes RI, 2012)
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Ibu Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI mencapai 359/100.000 kelahira hidup dan AKB mencapai 32/1000 kelahiran hidup.
Upaya yang dilakukan oleh pemeritah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dalam hal peningkatan keterampilan pada tenaga kesehatan pemberdayaan pada kader atau masyarakat, maupun penyusunan Peraturan Pemerintah dalam pelayanan kesehatan.
Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan balita, antara lain melalui penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit.
Penyebab AKI di Indonesia diantaranya akibat perdarahan (25%), infeksi (14%), hipertensi dalam kehamilan (13%), letak sungsang (13%), serta akibat persalinan yang lama (7%).
Penyebab AKB di Indonesia berdasarkan SDKI tahun 2012 yaitu antara lain berat badan lahir rendah (BBLR) (29%), asfiksia (275), trauma lahir, tetanus neonaturum, infeksi lain dan kelainan kongenital.
Malpresentasi adalah bagian terendah janin yang berada di segmen bawah rahim, bukan belakang kepala. Secara epidemiologis pada keamilan tunggal didaptkan presentasi kepala sebesar 96,8%, bokong 2,7%, letak lintang 0,3%, majemuk 0,1%, muka 005%, dan dahi 0,01%. (Prawirohardjo, 2013)
Presentasi bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong, kaki atau kombinasi keduanya. Dengan insidensi 3 – 4% dari seluruh kehamilan cukup bulan (> 37 minggu), presentasi bokong merupakan malpresentasi yang paling sering dijumpai. Sebelum kehamilan 28 minggu, kejadian presentasi bokong berkisar antara 25 – 30 %, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi kepala setelah umur kehamilan 34 minggu. Penyebab terjadinya presntasi bokong tidak diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor risiko selain prematuritas, yaitu abnormalitas structural uterus, polihidramnion, plasenta previa, multiparitas, mioma uteri, kehamilan multipel, aniomali janin (anensefal, hidrosefalus), dan riwayat presentasi bokong sebelumnya.(Prawirohardjo, 2013)
Adapun komplikasi-komplikasi presentasi bokong bagi janin antara lain trauma pada bayi, asfiksia, infeksi. Komplikasi pada ibu antara lain perdarahan, robekan jalan lahir, dan infeksi.
Berdasarkan uraian di atas sehubungan dengan besarnya resiko seperti komplikasi yang ditimbulkan oleh letak sungsang maka penulis tertarik untuk untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. H dimulai dari Persalinan hingga akhir masa nifas serta bayi baru lahir secara mandiri dengan melaksanakan manajemen kebidanan pada kasus yang berjudul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.H dengan Letak Sungsang di RSUD Soreang Periode 2015”.
Ruang Lingkup
Studi Kasus ini membahas mengenai asuhan kebidanan pada Ny.H G1P0A0 dengan Letak Sungsang di RSUD Soreang.
Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui dan memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada Ny.H G1P0A0 dengan letak sungsang pada persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara optimal dengan mengurangi resiko terjadinya komplikasi.
Tujuan Khusus
Mampu menegakkan diagnosa kebidanan pada Ny.H dengan kasus letak sungsang.
Mampu melakukan penatalaksanaaan asuhan kebidanan pada Ny.H dengan kasus letak sungsang.
Mampu mengetahui peran bidan dalam melakukan penatalaksanaan yang sesuai pada kasus letak sungsang.
Mampu melakukan pendokumentasian hasil asuhan kebidanan pada kasus letak sungsang.
Manfaat Penulisan
Untuk Penulis
Kegiatan laporan ini untuk menambah dan meningkatkan kompetensi penulis dalam memberikan pelayanan kebidanan pada ibu bersalin, dan nifas dengan letak sungsang serta mampu mengaplikasikan teori yang didapatkan di pendidikan dan mengaplikasikan dilapangan.
Untuk Institusi Pendidikan
Penulis berharap bahwa laporan studi kasus ini dapat bermanfaat sebagai bahan dokumentasi dan bahan perbandingan untuk laporan studi kasus berikutnya yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan.
Untuk Lahan Praktek
Dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan asuhan kebidanan dalam rangka penanganan ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir dengan letak sungsang.