25 Oktober 1991.... awalnya aku hanya kagum terhadapnya, tanpa tahu sosok nya seperti apa, setelah mulai perkenalan, mulai jailan, mulai bulian sampai celotehan tentang dia terungkapkan oleh sekelilingku, tak ku hiraukan, masih tak ada yang aku hiraukan, yang aku tahu hanya dia orang yang aku kagumi.
Mulailah rasa itu tumbuh kian rimba, sejalan dengan jalan yang ku tempuh untuk menyadarkannya akan keberadaan ku disini, ku mencoba, masih tak gubris, mulai lagi dan masih tetap sama. Tak terhenti, sampai saat semua tahu dari mana kekagumanku terbenih. Saat ini semuanya tahu kekaguman dalam dirinya terpancarkan, sampai akhirnya diri ini hanya terbenam dalam kekaguman yang tak semua orang ketahui, dan kekasih sayangan yang ternyata mulai terasa menjadi bibit-bibit reluh dalam hati.
Semoga kelak kau menyadari dan membalas semua itu. Tapi jika tidak biar Allah yang lebih tahu yang terbaik untuk satu cinta dalam hati ini, percaya Allah memiliki sejuta alasan terindah atas setitik debu di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar